Berbincang mengenai sahabat
November 18, 2017
Beberapa hari yang lalu, saya membahas beberapa hal saat saya berkencan dengan pacar saya. Sebenarnya tidak ada yang istimewa hari itu, karena itu sudah menjadi kebiasaan saat ketemu cuma berdua. Ngobrolin entah apa yang terjadi belakangan pas lagi nggak ketemu. Tapi ada salah satu bahasan yang membuat saya menjadi berpikir dua kali sampai hari ini saya menulis disini. Mengenai sahabat..
Gara-gara minggu lalu saya sempat bertemu dengan sahabat-sahabat yang sedang tinggal di Jakarta. Saya merasa seperti biasa di pertemuan itu, tak ada yang berubah dariku. Tapi berbeda dengan yang pacar saya katakan, dia merasa bahwa saya tidak se-nyaman dulu. Awalnya aku mengelak, but he know me so well. Dia hanya menyayangkan hubungan saya dengan sahabat-sahabat saya yang sekarang, karena persahabatan ini tidak terjadi hanya 1-2 tahun saja. Dan mencoba memberi saran mengenai hal ini untuk tetap mempertahankan, tetapi saat saya masih mencoba untuk tetap bertahan, saya sudah merasa lelah.
Dari cerita-cerita pertemanan saya selama ini, baru kali ini saya dengan sadar merasa ingin mundur teratur dari kehidupan sahabat-sahabat saya. Hanya dengan alasan rasa kenyamanan. Ketika keinginan kita untuk tetap selalu dekat, tapi nyatanya terkadang saya merasa diabaikan kita masih saling mengabaikan. Merasa tertinggal oleh mereka, dan sayangnya masing-masing dari mereka selalu berlari ke arah yang berbeda. Buat apa ada label sahabat jika kita kehilangan makna dari persahabatan itu sendiri.
Dan baru kali ini saya bisa berkaca-kaca ketika menceritakan persahabatan saya saat ini. Padahal dari dulu saya orangnya termasuk cuek untuk urusan pertemanan. Tidak pernah memusingkan siapa yang pergi dan siapa yang tinggal.
Saya merasa sudah tidak nyaman lagi. Dulu, dengan gamblang kita bisa menunjukkan segala sisi dimana kekurangan kita. Tapi sekarang, saya tidak bisa menunjukkan sisi gelap diri saya dengan mudah ke sahabat saya. Bahkan lebih condong menunjukkan diri kita yang selalu happy dan baik-baik saja meskipun sedang tidak. Entah, saya hanya ingin membuka diri untuk orang tertentu saja, dan tidak ingin orang lain mengenal lebih jauh tentang saya.
Mau tak mau setiap orang pasti akan berubah.
Termasuk kamu dan sahabat-sahabatmu.
Bisa jadi mereka adalah sosok yang kamu kenal baik waktu itu.
Tapi seiring berputarnya roda waktu, mereka bisa berubah jadi orang yang asing bagimu.
Begitu juga sebaliknya dengan kamu ke mereka.
- Hipwee -

0 comments